Jabatan Fungsional

Jabatan Fungsional dalam susunan PNS di Indonesia ada 2 macam:

  • Jabatan Fungsional tertentu (yang memiliki profesi tertentu : Dosen, dokter, hakim, peneliti, apoteker, guru, Pranata Laboratorium Pendidikan dll.
  • Jabatan Fungsional Umum – biasa disebut tenaga administrasi yang pada umumnya melaksanakan kegiatan ketata-usahaan.

JABATAN FUNGSIONAL =  PROFESI TERTENTU

  • Seorang profesional harus mempunyai keahlian di bidangnya yang menandai kompetensi yang dimiliki berdasarkan kualifikasi yang ditentukan.
  • Dalam peraturan kepegawaian Indonesia jabatan fungsional / profesi tidak boleh dirangkap dengan jabatan yang lain baik fungsional maupun struktural.
  • Dosen tidak boleh menjadi hakim-dokter dll

JABATAN FUNGSIONAL DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH ( MENEGPAN)

  • Diusulkan oleh Kementerian/Lembaga Pemerintah yang terkait.( dilengkapi dgn naskah akademik dan rancangan Permen tentang substansi jabatan fungsional yang diusulkan.
  • Usulan tersebut dibahas bersama secara intensif oleh Kemenegpan,BKN dan instansi pengusul.
  • Jika usulannya diterima dan penjelasan serta kerangka substansi pengaturannya telah disetujui maka bisa diterbitkan Permenagpan ttg jabatan fungsional tsb.
  • Setelah SK Penetapan Kemenegpan ttg Jabatan Fungsional telah terbit maka Instansi Pengusul / Pembina Jabfung ybs harus menyiapkan Rancangan Juklak Menengpan tsb dalam bentuk Peraturan Bersama Instansi Pembina dan BKN sebagai pembina dan pengelola pegawai secara nasional.
  • Agar Juklak yang ada bisa dilaksanakan dengan baik ( tanpa keraguan – kerancuan pemahaman yang menghambat kelancaran pelaksanaannya) maka instansi pembina perlu membuat Petunjuk Teknik Pelaksanaan dari Juklah dan SK Kemenenpan.

Sumber : Bahan ajar P. Mashuri

Perbedaan jabatan fungsional umum dan jabatan fungsional tertentu.

Fungsional Umum

  1. Karier pangkat tertinggi berdasarkan ijazah.
  2. Ujian dinas dipersyaratkan untuk kenaikan golongan
  3. Ujian penyesuaian ijazah dipersyaratkan bagi yg selesai studi lanjut untuk kenaikan golongan
  4. Tunjangan fungsional berdasarkan golongan

Fungsional khusus

  1. Karier pangkat /jabatan dengan angka kredit. pangkat tertinggi Pembina Utama Muda, IV/c (PLP Ahli); dan Penata Tk I, III/d (PLP terampil)
  2. Dibebaskan dari ujian dinas dan penyesuaian ijazah
  3. Tunjangan jabatan berdasarkan jenjang jabatan

Sumber : Materi Ajar Bu Garti tentang Profesionalisme Dan Sistem Karier PLP

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: